
Komunitas Hidup Kristiani (Christian Life Community / CLC) mengusung kepemimpinan partisipatif berbasis Spiritualitas Ignasiana, dengan ciri khas kolaborasi erat antara pengurus awam dan Pendamping Rohani (Ecclesiastical Assistant / EA). Tata kelolanya terbagi secara sistematis dalam tiga tingkatan yang saling terhubung:
1. Kepengurusan Tingkat Dunia (World CLC / CVX Mondiale) Berpusat di Roma, tingkat dunia menetapkan arah apostolik dan menjaga keutuhan identitas global komunitas.
- Majelis Dunia (World Assembly): Badan pembuat keputusan tertinggi yang bersidang setiap 5 tahun sekali. Dihadiri oleh utusan resmi dari seluruh negara anggota untuk menentukan prioritas kerasulan internasional.
- Dewan Eksekutif Dunia (World ExCo): Menjalankan mandat Majelis Dunia dan mengelola operasional harian.
- Presiden & Wakil Presiden Dunia: Pemimpin awam yang dipilih dalam Majelis Dunia.
- Sekretaris Jenderal: Mengelola administrasi pusat dan jalur komunikasi antarnegara.
- Konsultor: Anggota ExCo yang mewakili konteks wilayah geografis dunia.
- EA Dunia: Superior Jenderal Serikat Yesus (SJ) atau Vice-EA yang ditunjuk untuk mengawal identitas spiritual komunitas global.
2. Kepengurusan Tingkat Nasional (CLC Indonesia) Menerjemahkan prioritas global ke dalam konteks Gereja Katolik lokal serta kearifan sosial masyarakat Indonesia.
- Musyawarah Nasional (Munas): Forum tertinggi tingkat nasional yang diadakan secara berkala (umumnya 3–5 tahun sekali) untuk mengevaluasi arah komunitas dan memilih pengurus baru.
- Dewan Eksekutif Nasional (ExCo Nasional):
- Ketua & Wakil Ketua Nasional: Memimpin jaringan nasional dan mengoordinasikan agenda bersama.
- Sekretaris & Bendahara Nasional: Mengelola tata kelola administrasi, basis data anggota, serta akuntabilitas keuangan.
- Tim Formasi & Kerasulan: Menyusun modul pembinaan Ignasiana, pelatihan fasilitator, dan arahan aksi sosial.
- EA Nasional: Imam (umumnya Jesuit) yang ditunjuk oleh Konferensi Waligereja atau Provinsial SJ untuk mendampingi ExCo Nasional.
3. Kepengurusan Tingkat Lokal (Komunitas Basis) Ujung tombak perjumpaan CLC yang hidup langsung di tengah jemaat, tempat anggota (biasanya 6–12 orang) bertumbuh bersama.
- Koordinator / Tim Pelayan Lokal: Menggerakkan dinamika pertemuan rutin, mulai dari sharing iman, doa, hingga discernment kelompok.
- Sekretaris / Pengatur Logistik: Membantu komunikasi internal, dokumentasi, dan ritme jadwal pertemuan.
- Pendamping Kelompok / EA Lokal: Imam, biarawan/biarawati, atau awam teruji yang bertindak sebagai pemandu spiritual agar proses olah rohani kelompok tetap setia pada tradisi Ignasiana.
Struktur di seluruh tingkatan CLC dijalankan atas prinsip kepemimpinan yang melayani (servant leadership), di mana setiap keputusan penting diambil melalui proses doa dan pembedaan roh (discernment) bersama.

