Cura Personalis dalam Hubungan antar Kelompok dan Pertemuan Regio Jawa Tengah DIY

Pada hari minggu, 6 September 2026 di Gereja St Antonius Purbayan Surakarta, Minggu, 6 September 2026 pukul 10.00 sd pukul 13.00 telah dilangsungkan acara Temu Kelompok CLC Regio Jawa Tengah dan DIY dengan tema “Aku, Kau dan AI”.

Sebelumnya pada hari Sabtu, 5 September 2026, Presiden CLC Indonesia, bapak Emon Winardi Danudirgo telah mengunjungi kelompok-kelompok CLC di lokal Magelang dan telah melakukan wawan hati yang merupakan salah satu prinsip baik dalam membangun komunitas dengan memperhatikan kebutuhan setiap orang dan kelompok (Cura Personalis).

Pada pembukaan acara Temu Kelompok CLC itu sendiri dibuka dengan doa oleh pak Bangkit dari kelompok Pilgrims lokal Solo, kemudian dilanjutkan Pembukaan oleh Presiden CLC Indonesia, dr. Emon Winardi Danudirgo, Sp.PD,, kemudian karena adanya kehadiran kelompok Pra CLC dari Muntilan dan Kelompok Ignatius Surakarta, maka semua peserta sedikit diingatkan tentang Siapa dan Apa itu CLC oleh Budi.

Setelah itu setiap lokal CLC yang hadir dan seluruh kelompok lainnya diminta memperkenalkan diri yang dengan iringan tawa dan canda membuat semua yang hadir semakin hangat sehingga perjumpaan ini tidak menyisakan jarak di antara yang hadir.

Kemudian Rm Paul Suparno SJ selaku EA (Ecclesiastical Assistant) CLC di Indonesia memaparkan tentang tema pertemuan saat itu yaitu “Aku, Kau dan AI”. Saat itu Romo Paul menjelaskan apa itu interioritas dan bagaimana seorang CLC’ers seharusnya mengolah dan menghayati interioritas melalui Spiritualitas Ignatian sehingga Aku yang sejati dapat berjumpa dengan Aku yang lain menjadi Kami sebagai relasi yang otentik dalam komunitas yang berlandaskan kasih kristiani. Romo Paul menjelaskan bahwa Aku yang sejati akan memandang AI dan semua kemajuan teknologi sebagai sarana untuk mencapai tujuan Aku yang sejati diciptakan.

Penjelasan Romo Paul ditutup dengan pertanyaan refleksi sebagai berikut:

  1. Sejauh ini bagaimana saya sungguh semakin menjadi diriku yang sesungguhnya? Apa yang aku lakukan?
  2. Sejauh ini dalam membangun persaudaraan dengan teman lain di CLC, apakah aku sungguh jujur otentik dan bukan main topeng/ termasuk AI?
  3. Apa yang perlu aku kembangkan dalam membangun KITA CLC yang lebih jujur mendalam dan kuat? Apa halangan yang ada?

Sesudah pertanyaan refleksi ini, semua peserta dibagi dalam 10 kelompok dan masing-masing berbagi (sharing) hasil refleksi pribadinya atas pertanyaan refleksi yang dilontarkan Romo Paul di dalam kelompok masing-masing.

Sesudah 3 kelompok berbagi hasil sharingnya, acara ditutup dengan doa oleh bu Inge dan kami berpisah dengan penuh kegembiraan menunggu kesempatan bertemu berikutnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *